Apa Itu DFP Small Business?

Apa itu DFP Small Business?

Untuk mengetahui apa itu DFP, anggap saja Anda mengalami kondisi seperti berikut:
  • Anda menggunakan ads-network semisal Adsense, tapi pada saat yang sama Anda pun menerima iklan dari agensi digital atau pengiklan langsung (direct advertiser) lainnya.
  • Anda bekerjasama dengan beberapa jaringan periklanan berbasis CPM, katakan saja misalnya: Google Adsense, TribalFusion, BuySellAds dan sebagainya, namun Anda hanya menginginkan menampilkan iklan dari jaringan yang membayar paling mahal atau dengan CPM tertinggi.
  • Anda ingin menampilkan iklan berdasarkan kriteria tertentu, seperti misalnya, bagi visitor dari Indonesia, Anda ingin menampilkan satu set iklan tertentu, sedangkan bagi visitor dari US menampilkan set iklan lainnya.
  • Anda menggunakan Adsense di website Anda dengan nilai CPM yang bervariasi tentunya. Nah, alih-alih Anda menampilkan iklan yang bernilai rendah dari Adsense, katakanlah jika nilai CPM-nya lebih kecil dari $1, maka Anda lebih memilih menampilkan banner untuk mempromosikan blog / website Anda lainnya.

Nah, dengan DFP Anda dapat melakukan dan mengatur kondisi-kondisi di atas dengan cara yang mudah.

contoh penggunaan DFP untuk menggantikan iklan adsense
(contoh saya lebih memilih menampilkan banner
ke salah satu blog saya, jika iklan Adsense
memiliki nilai CPM lebih rendah dari $2)
DFP Small Business adalah sebuah tool yang dapat Anda manfaatkan sebagai ads-server (mengelola inventori iklan) untuk ditampilkan di website Anda. 

Ada tambahan Small Business, karena ia dapat digunakan secara gratis sampai batas jumlah impresi tertentu, yang bagi sebagian besar pelaku bisnis online kecil-kecilan seperti kita, itu sudah lebih dari mencukupi.

Jika sampai saat ini Anda masih belum sepenuhnya mengerti tentang DFP, tenang saja, pada bahasan selanjutnya Anda akan segera memahami, apa, bagaimana serta cara memanfaatkan DFP Small Business secara menyeluruh.

Bagaimana cara memulai menggunakan DFP Small Business?

Pertama-tama, Anda harus sudah memiliki akun Google Adsense untuk dapat menggunakan DFP. DoubleClik for Publishers Small Business (DFP) bisa dikatakan adalah bagian tak terpisahkan dari program Adsense, karena apabila Anda tidak memiliki inventori iklan dari pihak ketiga, maka Anda dapat menggunakan iklan Adsense sebagai gantinya untuk ditampilkan. Bahkan lebih jauh, Anda dapat membuat iklan Adsense 'bersaing' dengan inventori milik Anda sendiri.

Jika Anda belum memiliki akun Adsense, silakan baca panduan lengkap menjalankan Adsense.

Bagi Anda yang telah memiliki akun Adsense, maka Anda tinggal login, lalu secara otomatis akun Anda akan dikaitkan dengan DFP.

Setelah Anda berhasil masuk, maka Anda akan melihat 4 tab pada DFP, yaitu:
  • Orders
    panduan lengkap google DFP
  • Inventory
  • Reports
  • Admin
Untuk sementara, saya hanya akan membahas dua di antaranya saja, yaitu Orders dan Inventory.

Orders
Pada tab Orders, ada 2 kategori utama, yaitu:
apa itu DFP small business
  • Orders
  • Line Items
Berikut penjelasannya:

Orders, adalah pengiklan yang membeli iklan di situs Anda. Untuk setiap pelanggan (klien) baru, Anda dapat membuat Order masing-masing, termasuk detil kontak bagi setiap pengiklan.

Setiap pengiklan (order) bisa berisi sebanyak-banyaknya Line Items sesuai yang dibutuhkan atau sesuai yang Anda inginkan.

Sedangkan Line Items adalah jenis kampanye yang ingin dijalankan oleh pengiklan (advertiser) di website Anda.

Setiap Line Items (campaign), dapat berisi sebanyak-banyaknya Creatives (banner/iklan) sesuai keinginan.

Oke, tidak masalah saat ini Anda masih bingung. Saya berani menjamin pada uraian berikutnya Anda akan memahami semuanya dengan baik.

Namun, sebelum Anda dapat menambahkan pelanggan (klien) dan kampanye iklan, Anda harus terlebih dahulu menambahkan inventori iklan ke dalam DFP. Untuk itu, silakan klik tab Inventory.

Inventory
Pada tab Inventory, ada 2 opsi utama:
inventory DFP, cara menggunakan DFP
  • Ad Units
  • Placements
Ad Units, adalah unit iklan sesungguhnya pada website Anda. Seperti misalnya, kotak besar (leaderboard) pada header, atau kotak besar di tengah-tengah artikel.

Placements, katakanlah sebuah pilihan pemesanan bagi unit-unit iklan Anda. Masih ingat tentang 'penargetan penempatan' pada Google Adsense? Fungsinya serupa dengan itu.

Anda dapat memilih satu unit iklan sebagai sebuah Placements (penempatan), atau Anda dapat menggabungkan berapapun unit iklan sebagai satu buah Placements.

Ini berguna terutama ketika Anda menawarkan beberapa pilihan berbeda kepada pengiklan, seperti misalnya menjalankan satu kampanye iklan dengan memasukkan semua unit iklan yang tersedia. Atau sebaliknya, menawarkan kepada pengiklan satu buah unit iklan saja.

Contoh lain, misalnya Anda memasukkan semua unit iklan yang berada di bagian paro atas sebagai satu Placement.

Pada dasarnya Anda tidak wajib menggunakan Placements ini, namun seiring bertambahnya jumlah inventori Anda, maka manfaat dari Placements akan lebih terasa.

Selain itu, Placements (penargetan penempatan), juga nantinya akan tersedia bagi para pengiklan AdWords. Placements Anda akan muncul pada Keyword Planner, dimana para pengiklan dapat mencari target penempatan bagi iklan atau kampanye sesuai kebutuhan yang mereka inginkan.

Cukup sampai disini penjelasan tentang perkenalan pertama dengan DFP. Kita lanjutkan pada artikel berikutnya.

Salam.

Berikutnya:
Cara Membuat Unit Iklan dan Menampilkannya di Website Anda dengan DFP

Sebelumnya:
Tutorial Google DFP Small Business: Sebuah Panduan Lengkap

Homepage|http://4owol.com

1 comments:

Blogger said...

If you're looking for a good contextual advertising network, I suggest you try PropellerAds.

Post a Comment

 
Modified by analisa saham from Blogger Templates, Bibir SEO Sponsors: WooThemes Coupon Code, Rockable Press Discount Code